Salat Idul Adha 1437 H di Masjid Nurul Islam, BULTERU

Hendra Purwaning Dumadi 13 September 2016 01:30:04 WIB

 

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Walillahilhamdu

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang begitu banyak.Karenanya dalam konteks nikmat, Allah Swt tidak memerintahkan kita untuk menghitung tapi mensyukurinya.Hari ini kita kenang kembali manusia agung yang diutus oleh Allah Swt untuk menjadi Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim as beserta keluarganya yakni Ismail as dan Siti Hajar. Keagungan pribadinya membuat kita bahkan Nabi Muhammad Saw harus mampu mengambil keteladanan darinya.
   

Perayaan Idul Adha berawal dari cerita Nabi Ibrahim yang kala itu berkurban hewan hewan peliharaannya yaitu domba, sapi, dan unta dengan jumlah yang banyak. Namum nabi Ibrahim merasa itu belum seberapa, bahkan beliau berjanji pada diri sendiri bahwa beliau akan rela menyembelih anaknya sendiri andai dikaruniai seorang anak. Sumpah ini diucapkan karena istrinya saat itu, Sarah, belum juga memiliki anak meskipun sudah lama menikah dengan Ibrahim. Kemudian Ibrahim diperintah untuk menikahi Siti Hajar. Itulah awal mula sejarah Idul Adha. Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Dalam kalender masehi, perayaan Idul Adha tahun ini diperingati pada hari Senin tanggal 12 September 2016.

 
Sesuai dengan kotbah yang disampaikan Ustad Salim dari Plaosan Blimbing, tentang Nabi Ibrahim. Tidak lama setelah menikah dengan Hajar, kemudian beliau dikaruniai anak yang bernama Ismail. Sampai pada suatu malam, nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah untuk memenuhi nadzarnya yaitu menyembelih anaknya. Meskipun sempat bingung, akhirnya Ibrahim menaatinya. Ismail yang kala itu berusia 7 tahun pun ikhlas menerimanya. Namun, pisau yang hendak digunakan untuk menyembelih Ismail ternyata tidak cukup kuat untuk menyembelihnya. Maka selamatlah Ismail. Pada beberapa riwayat, disebutkan juga bahwa Allah mengganti Ismail dengan seekor domba hingga akhirnya muncullah perintah kurban pada Idul Adha dengan domba ataupun hewan kurban lain. Karena itu juga Idul Adha sering disebut sebagai hari Qurban atau Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban.

Di Indonesia, Idul Adha biasanya diperingati dengan Sholat Ied. Meskipun beberapa kelompok kadang memiliki perbedaan hari dalam menentukan tanggal hari raya, tetapi tidak ada perbedaan tata cara pelaksanaan Sholat Ied. Biasanya, Sholat Id dilakukan di Masjid. Tetapi, banyak juga yang melakukannya Mushola, lapangan, bahkan alun-alun. Jika jumlah jamaah banyak, biasanya Sholat Ied dilakukan di lapangan atau alun-alun. Meskipun kebanyakan orang mengikuti pemerintah dalam penetapan hari raya ini, banyak juga yang memperingatinya lebih awal ataupun lebih akhir.

Setelah melaksanakan sholat Ied, biasanya dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Meskipun ada juga yang menyembelih hewan kurban pada hari berikutnya sampai batas maksimal penyembelihan hewan kurban. Di beberapa daerah, warga mengumpulkan hewan kurbannya di masjid tempat mereka melaksanakan sholat Idul adha. Tetapi banyak juga yang menyembelih di rumah mereka masing-masing. Tak lupa, takbir terus berkumandang dengan merdu dan lantang.

 

Fotonya ada di sini Lihat Foto

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Link Penting

Follow on Twitter